Pada hari Jumat, tanggal 5 Juni 2025, bertepatan dengan 19 Dzulhijjah 1447 H, saya melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Jami Al-Furqon RW 08 Cigending, masjid di lingkungan RW saya. Khotib Jumat, Ustadz Ubaidillah, menyampaikan khutbah yang sangat mengena bagi saya, yaitu mengenai 4 tingkatan rezeki menurut Syekh Muhammad Mutawally As-Sya'rawi.
Beliau menyampaikan bahwa harta adalah tingkatan rezeki yang paling rendah, karena diatasnya masih ada tingkatan rezeki yang lebih tinggi, yaitu kesehatan dan kesempatan, dan di atas itu ada tingkatan yang lebih tinggi lagi, yaitu keluarga yang shaleh, termasuk anak yang shaleh didalamnya, dan tingkatan rezeki yang paling tinggi adalah ridho Allah SWT.
Beliau menyampaikan bahwa setiap orang bisa saja memiliki harta berupa uang dan benda lainnya, tapi tidak semua orang memiliki kesehatan dan kesempatan meskipun memiliki harta benda. Tidak semua orang yang memilki harta benda, kesehatan, dan keluangan, memiliki juga keluarga yang shaleh, dan tidak semua yang memiliki keluarga yang shaleh mendapat ridho Allah SWT. Maka selain mencari dan berusaha mendapatkan tiga tingkatan rezeki sebelumnya, carilah tingkatan rezeki yang paling tinggi, yaitu ridho Allah SWT, beliau berpesan.
Saya juga ingin menyampaikan khutbah Jumat lengkap mengenai topik ini dari NU Online Jabar berikut di bawah sebagai uraian lengkapnya. Selamat menyimak!
Khutbah I
الحمد لله وكَفَى والصلاةُ والسلامُ على النبيِ المُصطفَى وعلى آلِهِ وصَحبِهِ مِنْ أَهلِ الصِدقِ والوَفاِْ، أشهد أنْ لا إلهَ إلا الله وأَشْهَدُ أنَّ محمدا عَبْدهُ ورسوله لا نبي بعْدَه، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه ومن ولاه. أما بعد. يا أيها الناس أوصيكم إياي بتقوى الله فقد فاز فوزا عظيما. قال الله تعالى: يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقُولُوا قَوْلًا سَدِيْدا يُصْلِحْ لَكم أَعْمَالكم وَيَغْفِرْ لكم ذُنُوبَكُم ومَنْ يُطِعِ اللهَ وَرسُولَهُ فقَدْ فَازَ فوزًا عَظِيمًا.
Hadirin Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Puji serta syukur, marilah kita bersama-sama panjatkan kepada Allah Swt
yang telah memberikan kenikmatan yang begitu banyak, sehingga kita bisa
berkumpul untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat di tempat yang penuh
dengan berkah ini.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW.
Tak lupa, khatib berwasiat khususnya untuk diri pribadi dan umumnya
untuk seluruh jamaah yang hadir, marilah kita senantiasa meningkatkan
ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya.
Hadirin Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat pemberitaan di medis
sosial dan media elektronik lainnya terkait dengan naiknya harga-harga
bahan bakar yang memicu kepada kenaikan bahan-bahan pokok lainya. Tentu
hal ini akan berdampak kepada perekonomian umat. Banyak yang khawatir
akan sulitnya rezeki di saat ekonomi umat morat-marit, hati umat sudah
mulai sempit, bak seorang yang terjepit, mulut seolah ingin menjerit.
Padahal Allah SWT telah mengatur dan menjamin rezeki para hambanya.
Sebagaimana Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an surat Hud ayat 6:
ومَا مِنْ دَابَّةٍ في الأَرضِ إِلا علَى الله رزْقُها...
Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi, melainkan
sudah Allah jamin rezekinya…” (Q.S. Hud:6).
Hadirin Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Seringkali, saat mendengar kata 'rezeki', pikiran kita langsung
tertuju pada uang, harta, dan aset kekayaan. Padahal, pemahaman yang
sempit ini sering membuat manusia merasa kurang, cemas, bahkan berputus
asa.
Salah seorang ulama besar Mesir, Syekh Muhammad Mutawally As-Sya'rawi,
memberikan pandangan yang sangat mencerahkan mengenai tingkatan rezeki
agar kita lebih bersyukur. Beliau membagi rezeki ke dalam empat
tingkatan utama:
Pertama, rezeki tingkat rendah yakni harta benda. Syekh Sya'rawi
menyebutkan bahwa harta (uang, rumah, kendaraan) adalah tingkatan rezeki
yang paling rendah. Mengapa? Karena harta bisa diberikan Allah kepada
siapa saja, baik yang beriman maupun yang kafir, baik yang taat maupun
yang bermaksiat. Harta hanyalah sarana titipan yang akan dimintai
pertanggungjawabannya. Jangan sampai kita merasa paling dicintai Allah
hanya karena harta melimpah, dan jangan merasa dihina Allah hanya karena
harta terbatas.
Kedua, rezeki tingkat menengah yakni kesehatan dan afiat. Kesehatan
seringkali baru terasa nilainya saat kita terbaring sakit. Syaikh
Syarawi mengingatkan bahwa raga yang sehat dan jiwa yang tenang adalah
rezeki yang lebih tinggi nilainya daripada tumpukan emas. Berapa banyak
orang kaya yang memiliki segalanya, namun tidak bisa menikmati makanan
lezat karena sakit? Maka, kesehatan adalah kenikmatan yang harus
disyukuri setiap detik.
Ketiga, rezeki tingkat tinggi, yakni anak-anak yang saleh. Anak yang
berbakti, cerdas, dan teguh imannya adalah investasi akhirat. Syaikh
Syarawi menegaskan bahwa keturunan yang baik adalah rezeki yang jauh
melampaui materi. Anak saleh adalah 'aset' yang mendoakan kita saat kita
telah tiada, yang akan menjadi syafaat di hadapan Allah SWT.
Keempat, rezeki tingkat tertinggi, yakni ridho dan kedekatan dengan
Allah. Inilah puncak dari segala rezeki. Syaikh Syarawi menjelaskan
bahwa tingkatan tertinggi adalah ketika seorang hamba merasa rida (puas)
dengan apa yang Allah tetapkan baginya, memiliki ketenangan hati, dan
istikamah dalam ibadah. Orang yang memiliki rezeki ini akan merasa kaya
meski tak punya apa-apa, dan merasa tenang meski diterjang badai ujian.
Hadirin Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 7:
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat)
kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku
sangat berat."
Melalui pemahaman Syekh Muhammad Mutawally As-Sya'rawi ini, marilah kita
memperluas cakrawala syukur kita. Jika hari ini uang di dompet tidak
banyak, lihatlah anak-anak kita yang sehat. Jika kesehatan sedang diuji,
lihatlah iman yang masih tertanam di hati.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur atas
segala tingkatan rezeki yang telah Dia anugerahkan.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
الْحَمْدُ للهِ حَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شريكَ لَهُ ارْعَامًا لَنْ جَعَدَ وَ كَفَرَ وَاشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ وَ حَبِيبُهُ وَ خَلِيلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تسْلِيما كَثِيرًا.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُورِ وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجَمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. قال الله تعالى في القرآن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيها اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّد وَ عَلَى آل سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَعلى آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِينَ وَ الْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِي الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبَنَا عَلَّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبَّنَااتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ إِبْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَ لَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَ اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْن
- Muhammad Hudori, Sekretaris LD-PCNU Kota Bogor
Sumber: https://jabar.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-singkat-empat-tingkatan-rezeki-menurut-syekh-sya-rawi-lDCHJ

No comments:
Post a Comment