Sunday, May 31, 2026

Buku "Bangkitnya Kewirausahaan Sosial di Indonesia: Kisah Muhammadiyah" karya Pak M. Arsjad Rasjid P.M. - 1 Juni 2026

 



Baru saja menyelesaikan membaca buku dengan judul "Bangkitnya Kewirausahaan Sosial di Indonesia: Kisah Muhammadiyah" karya Pak M. Arsjad Rasjid P.M. @arsjadrasjid dengan Pengantar dari Prof. Haedar Nashir @haedarnashirofficial yang dipesan dari Serikat Usaha Muhammadiyah @sumu.or.id @serikatimersmuhammadiyah 

Buku ini memberikan banyak inspirasi bahwa kiprah Muhammadiyah lebih dari 111 tahun sebagai salah satu entitas Socio-religiopreneurship Muslim terbesar di Dunia dengan aset lebih Rp 320 Triliun menunjukkan bahwa Indonesia memiliki best practice models dalam membangun Kewirausahaan Sosial, khususnya dalam Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Keuangan Syariah juga Pemberdayaan Masyarakat  yang memiliki daya tahan yang sudah teruji oleh Zaman.. 


Pak Arsjad memberikan banyak contoh model dari berbagai entitas Kewirausahaan Sosial, baik dari bagian Muhammadiyah seperti Rumah Mocaf dan Aisyiyah Ecoprint juga entitas yang lain seperti Fingertalk dan Javara yang menunjukkan bahwa Indonesia tidak kekurangan best practice models dalam Social Entrepreneurship.. Hal ini selaras dengan Buku "Social Business" dari Peraih Nobel dari Bangladesh, Prof Muhammad Yunus, dimana memberikan frameworks best practice di Bangladesh..

Salah satu tantangan utama dari pembuatan Kewirausahaan Sosial di Indonesia adalah belum adanya payung hukum regulasi dan badan hukum yang secara spesifik mengatur Kewirausahaan Sosial dan juga ekosistem pendanaan dampak (Impact Investors dan Impact Incubator) yang belum terbangun.. Perlunya juga standar dalam evaluasi dan hitungan ROI dan SROI (Social Return on Investment) ataupun Impact SDGs yang bisa diterapkan seluruh entitas..

Banyak yang ingin saya eksplor dan kembangkan mengenai hal ini dalam sektor Pertanian baik melalui Dzikra Yuhasyra's eCommerce @dzikrayuhasyrasecommerce maupun Bumi Agro Store @bumiagrostore dan juga pengembangan lain kedepannya yang tidak hanya mengembangkan profit-locked tapi juga mission-locked yang sesuai dengan syarat Kewirausahaan Sosial,  dimana 51% dari keuntungan bersih dialokasikan untuk misi dan dampak sosial..

Yuk Bismillah, InsyaAllah selalu ada jalan untuk berkontribusi bagi kemaslahatan Umat.. Aamiin..

No comments:

Post a Comment