Pada hari Sabtu, 16 Mei 2026, saya, Dzikra Yuhasyra, mengikuti Readers Connect yang diselenggarakan oleh Baca Bareng Club (BBC) untuk merayakan Hari Buku Nasional yang bertepatan pada tanggal 17 Mei 2026 sekaligus menjadi ajang silaturahmi offline, membaca buku bersama, dan sharing session dari member Baca Bareng Club yang digagas oleh pasangan suami istri alumnus ITB dan UPI, yaitu Kang Rama dan Teh Fia. Acara dilaksanakan di Cafe Kisah Manis, Dago Kota Bandung.
Mata acara dimulai dengan perkenalan member Baca Bareng Club (BBC) yang hadir disertai dengan penjelasan apa buku yang menjadi favorit. Saya sendiri menjelaskan mengenai dua buku favorit saya, yaitu "The Lean Startup" dari Eric Ries dan "Pertanian Postmodern" dari Prof. Iwan Setiawan. Setelah sesi perkenalan selesai, dilanjutkan oleh penjelasan singkat oleh Kang Rama tentang apa itu Inspectional Reading. Saya akan menguraikan mengenai tahap Inspectional Reading secara singkat di bawah ya.
Inspectional Reading terbagi menjadi dua bagian, yaitu Systematic Skimming dan Superficial Reading. Systematic Skimming adalah membaca bagian-bagian buku secara terstruktur secara skimming mulai dari Judul Halaman Depan, Sinopsis Halaman Belakang Buku, Daftar Isi, Indeks apabila ada, Pendahuluan, dan membaca cuplikan awal tiap Bab. Hal ini dimaksudkan untuk melihat apa sebenarnya isi dari buku yang akan kita baca dan memahami konteks yang ada. Bagian kedua Superficial Reading adalah melakukan scanning secara menyeluruh dari buku yang kita baca, seperti meng-highlight poin-poin yang ada secara menyeluruh dengan men-scanning bagian buku dengan durasi yang ditentukan dan biasanya tidak terlalu lama.
Pada sesi ini, kami diberi waktu 40 menit untuk melakukan Systematic Skimming dan Superficial Reading, lalu dilanjutkan dengan mengisi kertas isian yang sudah disiapkan oleh Kang Rama.
Gambar sebelumnya adalah tampak dari kertas isian yang saya tulis dengan pulpen, tentu dengan tulisan cakar ayam yang khas.. Hehe Oleh karena itu saya coba menuliskan apa yang saya tulis di kertas di sini ya.
BACA BARENG CLUB
INSPECTIONAL READING
Title: Penyuluh Pertanian Pejuang Swasembada Pangan
Author: Husni Ginanjar, Yoyon Haryanto, Rudi Hartono
Publisher: Penerbit Abdi Bangun Aksara 'apostrof'
Year: 2025
Pages: 185
1. What kind of book is it?
Buku Non-Fiksi Textbook Teoritikal yang diterbitkan atas kerjasama Ikatan Alumni APP-STPP-Polbangtan Bogor yang membahas mengenai profesi penyuluh pertanian.
2. What is the book about?
Menjelaskan sejarah penyuluhan pertanian dari 1867 di Inggris oleh James Stuart hingga jejaknya di Indonesia sejak 1817 saat G. Reinwardt memperkenalkan ratusan tanaman baru di Kebun Raya Bogor. Disajikan pula tantangan masa kini, seperti digitalisasi, perubahan iklim, dan regenerasi petani. Penyuluh bukan sekedar pelaksana program pemerintah, melainkan fondasi pembangunan pertanian di seluruh wilayah Indonesia, bahkan dunia.
3. What is the structure of the book?
Terdiri dari Pengantar Penerbit, Kata Pengantar, Sekapur Sirih, 8 Bab Isi, dan Penutup, yaitu:
- Penyuluh: Nadi yang Menghidupi Negeri
- Lahirnya Penyuluh di Dunia dan Nusantara
- Kiprah Penyuluh Sebelum Reformasi: Bekerja dalam Senyap, Melawan dalam Diam
- Dari Sawah Menuju Sejatah: Jejak Emas Profesi Penyuluh
- Menanam Penyuluh, Menuai Ketahanan: Mempersiapkan Sumber Daya Manusia Penyuluh Pertanian
- Reformasi dan Revitalisasi: Dari Abu Senyap Menuju Bara Gerakan
- Jejaring Kemitraan Penyuluh: Membangun Kolaborasi Lewat Pendekatan Pentahelix (Peran Akademisi: Ilmu yang Harus Menjejak Tanah, Peran Pelaku Usaha: Menyatukan Kepentingan Pasar dan Produksi, Peran Komunitas: Solidaritas yang Menumbuhkan Penyuluhan, Peran Pemerintah: Pilar Kebijakan dan Penjamin Keberlanjutan, Peran Media: Kanal Pengetahuan dan Penggerak Persepsi Publik)
- Menjadi Lentera di Era Digital:Tantangan Eksistensi Penyuluh Pertanian di era Industri 4.0 dan Society 5.0
- Kompetensi Penyuluh, mulai dari kompetensi inti, tambahan, dan pendukung lainnya.
4. Is it a true book? A whole or a part? Does the book deserve our analytical reading?
Ini Buku yang benar dan tepat, karena menyingkap tabir konseptual dan realisasi penyelesaian masalah pertanian di lapangan melalui peran penyuluh. Buku ini cocok dan layak untuk dilakukan Analytical Reading.
Setelah selesai mengisi kertas dilakukan sesi sharing session dan tanya jawab dari aktivitas yang sudah dilakukan. Ada insight yang menarik bahwa terkadang tidak apa-apa kita tidak harus menyelesaikan membaca keseluruhan isi buku, tapi hanya pada bagian yang kita anggap penting saja, mungkin karena keterbatasan waktu dan kesempatan kita dalam membaca keseluruhan isi buku, asalkan tujuan dan maksud dari pemahaman yang kita tuju sudah tercapai, karena sejatinya membaca itu seperti memasak, dimana kita meramu resep dari bagian berbagai bahan dan menyajikannya menjadi makanan yang siap santap dan lezat.
Sesi ditutup dengan Games Session bermain Camel Up yang sangat seru.
Berikut beberapa dokumentasi dari acara.
Terima kasih untuk seluruh member Baca Bareng Club (BBC) yang sudah hadir, dan terutama untuk Teh Fia dan Kang Rama yang menginisiasi. Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat. Hatur nuhun! Sampai bertemu di event selanjutnya!




.jpeg)






No comments:
Post a Comment