Di Khutbah Shalat Jumat minggu lalu di Masjid Jami Al-Furqon RW 08 Cigending, khatib menyampaikan 5 Komponen yang perlu kita siapkan untuk menyambut bulan Ramadan, yaitu:
1. Ruhiyah (penyucian jiwa/taubat),
2. Amaliyah (pembiasaan ibadah sunnah),
3. Ilmiyah (pendalaman ilmu fikih puasa),
4. Maliyah (persiapan finansial untuk sedekah/infak), dan
5. Jasadiyah (menjaga kesehatan fisik).
Mengutip dari Khutbah Prof. A. Rusdiana, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di laman web UIN SGD Bandung, berikut uraian lengkap nya:
Lantas
apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menyambut datangnya tamu
istimewa bulan Ramadhan yang agung ini? Paling tidak ada empat hal
berikut:
Pertama, Ilmu.
Ibadah di bulan Ramadhan mempunyai keutamaan yang besar. Saat
memasukinya, tentu harus punya bekal ilmu yang matang. Rasulullah saw
bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim).
Jamaah Jum’ah Hafidzakumullah…
Kedua,
Ruhiyah (keimanan). Ramadhan adalah bulan ibadah dan bulan anti
maksiat. Maka selayaknya kita mempersiapkan diri mulai saat ini dengan
membiasakan ibadah lebih intensif dan lebih mengendalikan diri dari
bermaksiat. Saat Nabi Muhammad saw menyambut kehadiran Ramadhan, sebulan
sebelumnya telah dipersiapkan dengan matang. Beliau semakin
meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah sejak bulan Sya’ban. Ummul
Mu’minin Aisyah ra menceritakan,
وَلَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ
“Dan aku tidak melihat beliau berpuasa yang lebih banyak dibandingkan pada bulan Sya’ban.” (HR. Muslim),
Jamaah Jum’ah Hafidzakumullah…
Ketiga,
Jasadiyah (fisik/jasmani). Selain menempa nilai-nilai spiritual dan
keimanan, Ramadhan juga menguji kekuatan fisik. Berpuasa sehari penuh
dari terbit fajar sampai matahari terbenam memerlukan fisik yang
benar-benar sehat. Begitu pula dengan qiyamul lail (shalat tarawih),
memerlukan jasmani yang prima untuk bisa menunaikannya dengan baik.
Maka
sudah selayaknya, saat ini kita mulai berhati-hati dan lebih menjaga
kesehatan. Selalu makan makanan bergizi, dan berolahraga secara teratur
bisa menjadi cara untuk mempersiapkan fisik. Persiapkan jasmani dengan
matang agar lancar dalam menjalani ibadah spesial selama sebulan penuh.
Sangat disayangkan jika Ramadhan tiba, namun kita justru tidak bisa
melaksanakannya dengan maksimal karena dalam kondisi sakit, padahal
pahalanya dilipatgandakan Allah SwT.
Keempat,
Maliyah (harta). Selain bulan puasa dan bulan qiyamul lail, Ramadhan
juga dikenal dengan bulan sedekah, bulan infak, dan tentu saja ada
kewajiban zakat fithri. Ada pula keutamaan ber-umrah di bulan Ramadhan.
Semua hal tersebut tidak bisa terlaksana jika tanpa adanya harta. Ibnu
‘Abbas ra berkata,
كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ
“Nabi
saw adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam
bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari
dan Muslim).
Apapun
keadaan kita, siap atau tidak, maka Ramadhan akan tetap datang
menghampiri. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang rugi karena
menyambut Ramadhan ala kadarnya, atau malah tanpa persiapan sama sekali.
Semoga Allah SwT memanjangkan umur kita sehingga masih bisa berjumpa
dengan Ramadhan.
Semoga
Ramadhan tahun ini lebih baik karena telah dipersiapkan dengan matang.
Sehingga pahala dari Allah SwT yang bisa diraih juga lebih maksimal. Dan
pada akhirnya, kita bisa memasuki surga-Nya dari pintu Ar Rayyan.
Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

No comments:
Post a Comment