Friday, February 6, 2026

Analysis of Livelihood Resilience of Rice Farmers Receiving Sibedas Grants in Bandung Regency Using the Sustainable Livelihood Approach (SLA) Framework - My First Publication

 

I would like to share with you my first publication on "Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis" (SINTA 3) entitled "Analysis of Livelihood Resilience of Rice Farmers Receiving Sibedas Grants in Bandung Regency Using the Sustainable Livelihood Approach (SLA) Framework" or "Analisis Resiliensi Penghidupan Petani Padi Penerima Hibah Sibedas di Kabupaten Bandung Menggunakan Kerangka Sustainable Livelihood Approach (SLA)".  I would share the abstract in English and Bahasa Indonesia, and you can read the full document below. Happy learning and enjoying! Please chat me or leave a comment for further discussion, thank you!


Analisis Resiliensi Penghidupan Petani Padi Penerima Hibah Sibedas di Kabupaten Bandung Menggunakan Kerangka Sustainable Livelihood Approach (SLA)

Analysis of Livelihood Resilience of Rice Farmers Receiving Sibedas Grants in Bandung Regency Using the Sustainable Livelihood Approach (SLA) Framework

Dzikra Yuhasyra*1, Tuti Karyani2, Angga Dwiartama3
1Program Studi Magister Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran Sumedang, Jawa Barat, Indonesia
2Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran Sumedang Jawa Barat, Indonesia
3Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung Bandung, Jawa Barat, Indonesia
*Email: dzikra.yuhasyra9a@gmail.com (Diterima 11-03-2025; Disetujui 01-07-2025)


ABSTRAK

Pertanian merupakan sektor utama dalam perekonomian Kabupaten Bandung, terutama di Kecamatan Ciparay dan Rancaekek. Namun, tantangan seperti konversi lahan, perubahan iklim, dan fluktuasi pasar mempengaruhi produktivitas dan keberlanjutan pertanian. Pemerintah Kabupaten Bandung merespons dengan menerapkan Program Kartu Tani Sibedas, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani melalui subsidi input pertanian dan akses ke asuransi usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebijakan Kartu Tani Sibedas terhadap modal penghidupan, perilaku koping, dan resiliensi penghidupan petani padi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan SEM-PLS, melibatkan 72 petani padi sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Kartu Tani Sibedas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap modal penghidupan petani (β = -0,168, P = 0,135). Namun, modal penghidupan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku koping (β = 0,713, P = 0,000) dan resiliensi penghidupan (β = 0,346, P = 0,012). Selain itu, perilaku koping juga berpengaruh signifikan terhadap resiliensi penghidupan (β = 0,536, P = 0,000). Hasil ini mengindikasikan bahwa peningkatan modal penghidupan dapat meningkatkan kemampuan adaptasi dan ketahanan petani. Oleh karena itu, meskipun program ini telah berjalan, efektivitasnya dalam meningkatkan modal penghidupan masih perlu diperbaiki dengan memperluas akses petani terhadap pelatihan, teknologi, dan dukungan finansial. Dengan demikian, kebijakan pertanian yang lebih terarah dapat meningkatkan keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Bandung.

Kata kunci: Hibah Sibedas, Petani Padi, Modal Penghidupan, Resiliensi Penghidupan, Perilaku Koping



ABSTRACT


Agriculture plays a crucial role in the economy of Bandung Regency, particularly in Ciparay and Rancaekek Districts. However, challenges such as land conversion, climate change, and market fluctuations affect agricultural productivity and sustainability. In response, the Bandung Regency Government implemented the Sibedas Farmer Card Program, aimed at improving farmers' welfare through input subsidies and access to agricultural insurance. This study examines the relationship between the Sibedas Farmer Card policy, livelihood capital, coping behavior, and livelihood resilience among rice farmers. A quantitative approach using SEM-PLS was applied, involving 72 rice farmers as respondents. The findings indicate that the Sibedas Farmer Card policy does not significantly influence livelihood capital (β = -0.168, P = 0.135). However, livelihood capital has a significant effect on coping behavior (β = 0.713, P = 0.000) and livelihood resilience (β = 0.346, P = 0.012). Additionally, coping behavior significantly impacts livelihood resilience (β = 0.536, P= 0.000). These results suggest that strengthening livelihood capital enhances farmers' adaptability and resilience. While the program has been implemented, its effectiveness in improving farmers' livelihood capital remains limited. To optimize its impact, policymakers should expand farmers' access to training, technology, and financial support. Therefore, well-directed agricultural policies are essential to enhancing the sustainability of the agricultural sector in Bandung Regency. 

Keywords:Sibedas Grant, Rice Farmers, Liveliihood Assets, Livelihood Resilience, Coping Behaviour


The Full Article 




In case you don't understand Indonesian, this document below will be useful for a rough translation of the article in English. Enjoy!





Please chat me or leave a comment for further discussion! 
Thank you!

No comments:

Post a Comment