Friday, November 22, 2024

Riset tunjukkan museum universitas punya peran dalam kenalkan keanekaragaman hayati Indonesia

Museum Sejarah Alam Universitas Oxford di Inggris yang menjadi tempat koleksi sekaligus sumber riset para peneliti. Waldo Miguez

Artikel ini merupakan bagian dari serial untuk memperingati Hari Keanekaragaman hayati Dunia yang jatuh pada tanggal 22 Mei.


Laporan terbaru dari IPBES (Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services), sebuah forum para peneliti PBB untuk keanekaragaman hayati dan ekosistem, menyebutkan bahwa sekitar satu juta spesies hewan dan tumbuhan di seluruh dunia akan punah dalam beberapa dekade ke depan. Lebih dari 40% spesies amfibi, 30% terumbu karang, 10% spesies serangga dan lebih dari sepertiga mamalia laut berada status terancam. Pemicu utama adalah aktivitas manusia.

Biodiversitas di ambang kritis, PR besar strategi konservasi pemerintahan Prabowo-Gibran

Ardiantiono, University of Kent

Prabowo-Gibran yang pencalonannya sebagai Presiden dan Wakil Presiden memantik kontroversi akan bekerja mulai 20 Oktober 2024.

Untuk mengawal pemerintahan mereka, kami menerbitkan edisi khusus #PantauPrabowo yang memuat isu-isu penting hasil pemetaan kami bersama TCID Author Network. Edisi ini turut mengevaluasi 10 tahun pemerintahan Joko Widodo, sekaligus menjadi bekal Prabowo-Gibran menjalankan tugasnya.


Keanekaragaman hayati dunia menurun drastis dalam beberapa dekade terakhir. Laporan terbaru Living Planet Index menunjukkan bahwa populasi satwa liar berkurang hingga 69% sepanjang rentang periode 1970 sampai 2018. Kondisi ini membuat pelaksanaan upaya-upaya konservasi semakin mendesak.