Friday, March 31, 2023

#22HBB Day 9 and Day 10 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 


Day 9 #22HBB Vol. 2 (30 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 339-364 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Setelah beberapa hari Sophie tidak mendapat kabar dari Alberto Knox. Sampai pada suatu hari Hermes mendatangi pagar dan ia pergi bersama Hermes ke Kota Lama di tempat Alberto. Dan kali ini Alberto akan menjelaskan mengenai Zaman Barok.

Alberto menunjukkan edisi pertama dari esai-esai Filsafat Descartes yang terbit pada 1637. Dalam buku itulah karyanya yang termasyhur "Diskursus tentang Metode" (Discourse on Method) mula-mula dimunculkan. Juga peti berisi lensa-lensa yang eksklusif atau kaca optik, semuanya digosok oleh filosof Belanda Spinoza di suatu masa pada pertengahan 1600an. Benda-benda itu sangat mahal dan merupakan harta Alberto yang sangat berharga. Dua filosof tadi adalah filosof besar di Zaman Barok, yang akan dibahas masing-masing nanti.

Alberto menjelaskan kata Barok berasal dari kata yang mula-mula digunakan untuk menggambarkan sebutir mutiara dengan bentuk tidak beraturan yang berarti abad ketujuh belas dicirikan oleh ketegangan antara kontras optimisme Renaisans yang sangat meluap juga menjalani kehidupan dalam khalwat agama dan penolakan diri.

Dalam berbagai pengertian, periode Barok ditandai oleh kepalsuan atau sikap yang dibuat-buat. Tapi pada saat yang sama banyak orang yang sangat gandrung dengan sisi lain dari mata uang itu; mereka sangat memerhatikan hakikat kesementaraan dari segala sesuatu. Yaitu kenyataan bahwa seluruh keindahan yang mengelilingi kita suatu hari akan musnah.

Pada masa ini ditandai oleh pergulatan sengit antara cara berpikir yang sama sekali bertentangan. Sebagian filosof percaya bahwa apa yang ada itu pada dasarnya bersifat spiritual. Sudut pandang ini dinamakan idealisme. Sudut pandang kebalikannya dinamakan materialisme. Dengan ini yang dimaksud adalah Filsafat yang menganggap bahwa semua hal yang nyata itu berasal dari substansi materi yang konkret. 

Materialisme juga mempunyai banyak pendukung pada abad ketujuh belas. Barangkali yang paling berpengaruh adalah filosof Inggris Thomas Hobbes. Dia percaya bahwa semua fenomena, termasuk manusia dan binatang, terdiri dari semata-mata partikel-partikel materi. Bahkan kesadaran manusia atau jiwa berasal dari gerakan partikel-partikel yang sangat kecil di dalam otak.

Dua filosof terbesar dari abad ketujuh belas adalah Descartes dan Spinoza. Mereka bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan seperti hubungan antara jiwa dan badan, Alberto pun akan menjelaskan secara lebih cermat pada Sophie.

 



Day 10 #22HBB Vol. 2 (31 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 365-400 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Rene Descartes dilahirkan pada 1596 dan tinggal di sejumlah negeri di Eropa pada beberapa periode kehidupannya. Bahkan sebagai seorang pemuda, dia mempunyai hasrat yang kuat untuk mendapatkan wawasan mengenai hakikat manusia dan alam raya. Tapi setelah mempelajari Filsafat, dia semakin yakin akan kebodohan nya sendiri.

Kita dapat mengatakan tanpa melebih-lebihkan bahwa Descartes adalah Bapak Filsafat modern. Dengan mengikuti penemuan kembali manusia dan alam di zaman Renaisans, kebutuhan untuk menyusun pemikiran kontemporer menjadi satu sistem Filsafat yang koheren kembali muncul. Pembangun sistem pertama yang paling berpengaruh adalah Descartes, dan dia diikuti oleh Spinoza dan Leibniz, Locke dan Berkeley, Hume dan Kant.

Sistem Filsafat yang dimaksud adalah Filsafat yang disusun dari dasar dan yang berusaha untuk menemukan penjelasan bagi pertanyaan-pertanyaan penting mengenai Filsafat. Baru setelah abad ketujuh belas, para filosof berusaha untuk memasukkan gagasan-gagasan baru ke dalam sistem Filsafat yang jernih, dan yang pertama mengusahakan nya adalah Descartes. Karyanya merupakan pelopor dari apa yang merupakan proyek Filsafat paling penting pada generasi-generasi mendatang. Perhatian utama nya adalah pada apa yang dapat kita ketahui atau dengan kata lain, pengetahuan-pengetahuan tertentu. Pertanyaan besar lainnya adalah hubungan antara badan dan jiwa. Kedua pertanyaan ini merupakan substansi argumen Filsafat selama seratus lima puluh tahun setelah itu.

Dalam karyanya, Diskursus tentang Metode (Discourse on Method), Descartes mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang metode yang harus digunakan filosof untuk memecahkan suatu masalah filosofis. Ilmu pengetahuan telah mempunyai metode baru. 

Descartes adalah seorang ahli matematika; dia dianggap sebagai Bapak Geometri Analitis, dan ia memberikan banyak sumbangan penting pada ilmu aljabar. Dia berusaha membuktikan kebenaran-kebenaran Filsafat dengan cara seperti membuktikan sebuah dalil matematika. Dengan kata lain, dia ingin menggunakan instrumen yang persis sama dengan yang kita gunakan ketika kita bekerja dengan angka-angka yaitu akal, sebab hanya akal yang dapat memberi kepastian.

Descartes meragukan segala sesuatu, dan hanya itulah yang dia yakini. Namun kemudian ia menyadari sesuatu: satu hal pasti benar, dan itu adalah bahwa dia ragu. Ketika dia ragu, dia pasti sedang berpikir, dan karena dia berpikir, pastilah bahwa dia seorang makhluk yang berpikir. Atau, seperti dia sendiri mengungkapkan nya: Cogito, ergo sum. Yang berarti, "Aku berpikir, karena itu aku ada."

Descartes adalah seorang dualis, yang menyatakan bahwa ada dua bentuk realitas yang berbeda atau dua substansi. Substansi yang satu adalah gagasan (res cogitan), atau pikiran. Dan yang satunya lagi adalah perluasan (res extensa), atau materi.

Descartes sangat berpengaruh bagi filosof besar lainnya yaitu Baruch Spinoza yang hidup dari 1632 hingga 1677. Bukunya yang paling penting adalah Etika Dibuktikan secara Geometris (Ethics Geometrically Demonstrated).

Kata Substansi dapat ditafsirkan sebagai yang membentuk sesuatu, atau pada dasarnya merupakan sesuatu atau dapat disempitkan menjadi itu. Descartes waktu itu bekerja dengan dua substansi ini. Segala sesuatu itu kalau bukan pikiran pasti perluasan. Namun Spinoza menyangkal pemisahan ini. Dia percaya bahwa hanya ada satu substansi. Segala sesuatu yang ada dapat dikecilkan menjadi satu realitas yang disebutnya Substansi. Kadang-kadang dia menyebutnya Tuhan atau alam. Dengan demikian, Spinoza tidak menyimpan pandangan dualistik mengenai realitas seperti yang dipunyai Descartes. Kita katakan dia seorang Monis. Yaitu dia mereduksi alam dan kondisi segala sesuatu menjadi satu substansi. Perbedaan Descartes dan Spinoza tidak begitu mendalam seperti yang sering dikatakan banyak orang. Descartes juga mengemukakan bahwa hanya Tuhan yang ada secara mandiri. Hanya ketika Spinoza menyamakan Tuhan dengan alam -atau Tuhan dan ciptaannya- sajalah dia menjauhkan diri dari Descartes dan juga dari doktrin Yahudi dan Kristen. Ketika Spinoza menggunakan kata alam, yang dimaksudkannya bukan hanya alam materi. Dengan Substansi, Tuhan, atau Alam yang dimaksudkannya adalah segala sesuatu yang ada, termasuk segala yang bersifat ruhaniah.

Wednesday, March 29, 2023

#22HBB Day 7 and Day 8 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 


Day 7 #22HBB Vol. 2 (28 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 260-293/ 798

Insight/rangkuman/catatan:

Setelah seminggu Sophie tidak mendapat surat dari Alberto Knox. Ia mendapat dua kartu pos dari ayah Hilde. Setelah itu telepon berdering, dan itu dari Alberto Knox. Ia menyebutkan bahwa tidak akan ada lagi surat kali ini, Alberto akan menemui langsung Sophie untuk menjelaskan pelajaran nya. Dan kali ini ia ingin menemui Sophie di Gereja St. Mary untuk menjelaskan pelajaran: "Abad Pertengahan".

Abad Pertengahan adalah Abad Kegelapan Eropa sebelum akhirnya masuk ke Renaisans atau abad pencerahan yang berlangsung selama 1400 tahun setelah masa Yesus. Pada masa ini kerajaan Romawi hancur dan jumlah penduduk berkurang drastis.

Sebagian tulisan Aristoteles dan Plato tetap dikenal. Tapi kekaisaran Romawi Kuno lambat laun terbagi ke dalam tiga kebudayaan yang berbeda. Di Eropa Barat, kita mendapati kebudayaan Kristen Latin dengan Roma sebagai ibukotanya. Di Eropa Timur kita bertemu dengan kebudayaan Kristen Yunani dengan Konstantinopel sebagai ibukotanya. Kota ini mulai disebut dengan nama Yunani nya, Bizantium. Oleh karena itu, kita membicarakan Abad Pertengahan Bizantium yang berbeda dengan Abad Pertengahan Katolik Roma. Namun, Afrika Utara dan Timur Tengah juga telah menjadi bagian kekaisaran Romawi. Daerah ini pada Abad Pertengahan berkembang menjadi kebudayaan Muslim yang menggunakan Bahasa Arab. Setelah wafatnya Muhammad pada 632, baik Timur Tengah maupun Afrika Utara berhasil direbut Islam. Tidak lama kemudian, Spanyol pun menjadi bagian dunia kebudayaan Islam. Islam menetapkan Makkah, Madinah, Jerusalem, dan Bagdad sebagai kota-kota suci. Dari sudut pandang sejarah kebudayaan, adalah menarik untuk mencatat bahwa bangsa Arab juga mengambil alih kota Helenistik kuno, Alexandria. Dengan demikian, banyak di antara ilmu pengetahuan Yunani Kuno diwarisi oleh bangsa Arab.

Sepanjang Abad Pertengahan, bangsa Arab sangat menonjol dalam bidang ilmu pengetahuan seperti matematika, kimia, astronomi, dan ilmu kedokteran. Sekarang ini kita masih menggunakan angka-angka Arab. Di sejumlah wilayah, kebudayaan Arab lebih unggul daripada kebudayaan Kristen.

Sophie penasaran bagaimana dengan Filsafat Yunani pada Abad Pertengahan. Alberto menjawab bahwa kebudayaan Yunani-Romawi terbagi, tapi berhasil mempertahankan dirinya dalam tiga kebudayaan: Katolik Roma di barat, Bizantium di timur, dan Arab di selatan. Meskipun ini merupakan penyederhanaan yang berlebihan, dapat dikatakan bahwa Neoplatoisme diturunkan di barat, Plato di timur, dan Aristoteles kepada bangsa Arab di selatan. Tapi masing-masing masih menyimpan ciri yang sama. Maksudnya pada akhir Abad Pertengahan ketiga aliran itu menyatu di Italia Utara. Pengaruh Arab datang dari bangsa Arab di Spanyol, pengaruh Yunani dari Yunani dan kekaisaran Bizantium. Dan kini kita melihat awal Renaisans, "kelahiran kembali" kebudayaan Yunani Kuno. Dalam satu pengertian, kebudayaan Yunani Kuno tetap bertahan melewati Abad Kegelapan.

Para filosof Abad Pertengahan menerima nyaris dengan begitu saja bahwa agama Kristen itu benar. Pertanyaannya adalah apakah kita semata-mata memercayai wahyu Kristen atau apakah kita dapat melakukan pendekatan pada kebenaran-kebenaran Kristen dengan bantuan akal. Apa hubungan antara para filosof Yunani dan pernyataan-pernyataan dalam Bibel? Apakah ada pertentangan antara Bibel dan akal, atau apakah iman dan pengetahuan itu bersesuaian? Hampir semua Filsafat Abad Pertengahan berkutat pada satu pertanyaan ini. 

Dua diantara filosof yang paling menonjol adalah St. Agustin yang hidup dari 354 hingga 430 dan Thomas Aquinas yang hidup dari tahun 1225 sampai 1274. St Agustin menempatkan gagasan Plato dalam diri Tuhan dan dengan cara itu mempertahankan pandangan Plato mengenai ide-ide Plato. Untuk Aquinas singkatnya dapat dikatakan bahwa Aquinas mengkristenkan Aristoteles dengan cara sebelumnya St. Agustin mengkristenkan Plato pada awal Abad Pertengahan. 'Mengkristenkan' kedua filosof besar Yunani ini, yang kita maksudkan hanyalah bahwa mereka ditafsirkan dan dijelaskan dengan sedemikian rupa sehingga mereka tidak lagi dianggap ancaman bagi dogma Kristen. Aquinas adalah salah satu di antara orang-orang yang berusaha membuat Filsafat Aristoteles sesuai dengan agama Kristen. Kita anggap dia menciptakan perpaduan hebat antara iman dan ilmu pengetahuan. Dia melakukan hal ini dengan memasuki Filsafat Aristoteles dan mencerna kata-katanya.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya @22haribacabuku

 



 

Day 8 #22HBB Vol. 2 (29 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 294-338 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Ibunya Sophie melihat seekor anjing mengorek pagar taman dekat sarang persembunyian Sophie dan Sophie menduga itulah Hermes. Dan ternyata ya itu adalah Hermes. Sophie pun meminta izin kepada Ibu nya untuk mengantarkan anjing itu pulang.

Hermes pun mengantarkan Sophie ke kawasan bangunan tua di pinggir kota. Mereka berhenti di salah satu bangunan dan pergi ke atas loteng, disana Sophie bertemu dengan Alberto Knox. Alberto menjelaskan pelajaran mengenai Renaisans.

Agama dan ilmu pengetahuan pada masa itu dapat berhubungan secara lebih bebas satu sama lain, terbukalah jalan pada metode-metode ilmiah baru dan semangat keagamaan yang baru pula. Maka, terciptalah landasan bagi dua kehebohan besar pada abad kelima belas dan keenam belas, yaitu Renaisans dan Reformasi.

Tiga penemuan yaitu kompas, senjata api, dan percetakan merupakan prasyarat penting bagi periode baru ini yang kita sebut Renaisans.

Kompas membuat pelayaran lebih mudah. Dengan kata lain, ia menjadi dasar bagi pelayaran-pelayaran besar untuk menemukan sesuatu. Demikian pula senjata api, dalam satu hal. Senjata baru itu memberikan pada bangsa-bangsa Eropa keunggulan militer atas kebudayaan Amerika dan Asia, meskipun senjata api juga merupakan faktor penting di Eropa. Percetakan memainkan peranan penting dalam menyebarkan gagasan-gagasan baru Kaum humanis Renaisans. Dan seni percetakan merupakan salah satu faktor yang memaksa Gereja untuk melepaskan posisi awalnya sebagai satu-satu nya penyebar pengetahuan. Penemuan-penemuan dan instrumen- instrumen baru mulai mengikuti dengan cepat. Salah satu instrumen penting, misal nya adalah teleskop, yang menghasilkan suatu landasan lain yang sama sekali baru untuk astronomi.

Di atas semuanya, Renaisans menimbulkan pandangan baru tentang manusia. Humanisme Renaisans membawa kepercayaan baru pada manusia dan nilainya, sangat bertentangan dengan tekanan dari Abad Pertengahan yang penuh prasangka pada hakikat manusia yang penuh dosa. Pada masa ini manusia dianggap sangat hebat dan berharga. Salah satu tokoh utama dari zaman Renaisans adalah Marsilio Picino, yang berseru: 'Kenalilah dirimu sendiri, wahai keturunan Ilahi dalam samaran sebagai manusia!" Tokoh utama lainnya, Pico della Mirandola, menulis Pidato tentang Kemuliaan Manusia (Oration on the Dignity of Man), sesuatu yang pasti tak terpikirkan di Abad Pertengahan.

Sepanjang periode Abad Pertengahan, titik tolak selalu pada Tuhan. Kaum Humanis zaman Renaisans mengambil titik tolak dari manusia itu sendiri. Tapi begitu pula para filosof Yunani kata Sophie. Alberto menjawab karena itulah maka kita membicarakan 'kelahiran kembali' humanisme zaman Yunani Kuno. Tapi humanisme Renaisans jauh lebih dikenal karena tekanan nya pada individualisme. Kita bukan hanya umat manusia, kita adalah individu-individu yang unik. Gagasan inilah yang selanjutnya mendorong pada pemujaan tak terkendali pada kecerdasan pikiran. Maka yang ideal jadinya adalah yang kita namakan manusia Renaisans, yaitu manusia dengan kecerdasan universal yang mencakup seluruh aspek kehidupan, kesenian, dan ilmu pengetahuan.

Sejak abad keempat belas, semakin banyak ahli pikir yang memberikan peringatan terhadap kepercayaan buta kepada otoritas lama, entah itu doktrin agama atau Filsafat alam Aristoteles. Juga timbul peringatan terhadap kepercayaan bahwa segala masalah dapat dipecahkan semata-mata melalui pikiran. Kepercayaan yang berlebihan pada pentingnya akal telah mengakar sepanjang Abad Pertengahan. Kini dikatakan bahwa setiap penyelidikan terhadap fenomena alam harus didasarkan pada pengamatan, pengalaman, dan percobaan. Kita menyebut ini metode empiris.

'Ukurlah apa yang dapat diukur dan buatlah agar dapat diukur sesuatu yang tidak dapat diukur', kata si orang Italia, Galileo Galilei, yang merupakan salah seorang ilmuwan paling penting dari abad ketujuh belas. Dia mengatakan bahwa buku alam ditulis dengan bahasa matematika.

Hal ini membawa kita menuju pandangan dunia yang baru. Sepanjang Abad Pertengahan dipercayai bahwa bumi lah pusat alam raya. Tapi pada 1543 sebuah buku kecil diterbitkan dengan judul 'Tentang Pergerakan Lingkaran Langit' (On the Revolutions of the Celestial Spheres). Buku ini ditulis oleh seorang ahli astronomi Polandia bernama Nicolaus Copernicus, yang meninggal pada hari buku itu terbit. Ia mengatakan bukan matahari yang bergerak mengelilingi bumi, melainkan sebaliknya.

Pada awal 1600-an ahli astronomi Jerman, Johannes Kepler, menunjukkan hasil pengamatan komprehensifnya yang membuktikan bahwa planet-planet itu bergerak dalam orbit berbentuk elips -atau bulat telur- dengan matahari sebagia pusat nya.

Lalu datanglah ahli fisika Inggris Isaac Newton, yang hidup dari 1642 hingga 1727. Dialah yang memberikan deskripsi final tentang tata surya dan orbit planet. Dia tidak hanya dapat menggambarkan bagaimana gerakan planet-planet mengelilingi matahari, diapun menjelaskan mengapa begitu. Dia mampu melakukan hal itu dengan mengacu pada apa yang kita sebut dinamika Galileo. Dan ia pun yang merumuskan apa yang kita namakan Hukum Gravitasi Universal.

Dan zaman besar selanjutnya dalam sejarah umat manusia adalah Zaman Barok. Dan Alberto akan menyimpan nya untuk hari lain.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya @22haribacabuku

Sunday, March 26, 2023

#22HBB Day 5 and Day 6 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 

Day 5 #22HBB Vol. 2 (26 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 161-199 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sophie memutuskan mengikuti jejak Hermes ke tengah hutan untuk mengetahui tempat tinggal sang filosof yang mengirimi nya surat, Alberto Knox.

Setelah masuk ke hutan, Sophie melihat sebuah gubuk bercat merah diujung sebuah danau. Ia pun menyusuri danau dengan sebuah perahu kecil dengan sebelumnya berbasah-basahan menuju perahu itu. Setelah sampai di ujung danau, dia mengetuk pintu dan memutuskan masuk. Ia yakin bahwa gubuk itu adalah tempat tinggal Alberto Knox dan Hermes.

Tak lama kemudian Hermes datang dan menyalak dan membuatnya terkejut dan memutuskan untuk keluar, sebelum keluar ia melihat sebuah amplop bertuliskan SOPHIE. Akhirnya ia memutuskan untuk membawanya karena ia pikir itu untuk nya.

Ternyata perahu itu sudah terbawa jauh ke tengah danau dan Sophie tidak bisa meraihnya. Ia pun mencari jalan lain di tengah semak belukar dan menemukan jalan untuk pulang. Sampai di rumah ia bertemu Ibunya yang menanyakan kemana saja Sophie dan kenapa bajunya basah. Sophie pun menangis dan menceritakan semuanya kepada Ibunya. Dan Ibunya berkata bahwa Sophie sampai Gubuk Sang Mayor yang sudah lama ditinggalkan. Ia berkilah bahwa itu adalah tempat tinggal seorang filosof.

Ia membaca surat untuknya yang berisi: "Mana yang ada lebih dulu -ayam atau ayam "ide"? Apakah kita dilahirkan dengan "ide-ide" bawaan? Apakah perbedaan antara tanaman, binatang, dan manusia? Mengapa hujan turun? Apa yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang baik?"

Sophie pun memutuskan untuk menulis surat kepada Alberto Knox untuk meminta maaf. Ia membawa surat itu ke sarang persembunyian dan tak lama kemudian Hermes datang membawa sebuah amplop cokelat tebal yang berisi pelajaran: "Filosof dan Ilmuwan".

Aristoteles (384 - 322 SM) adalah murid di Akademi Plato hampir selama 20 tahun dan ia mengkritik Teori Plato mengenai gagasan.

Aristoteles menganggap Plato telah menjungkirbalikkan segalanya. Dia setuju dengan gurunya bahwa kuda- kuda "berubah" dan bahwa tidak ada kuda yang hidup selamanya. Dia juga setuju bahwa bentuk nyata dari kuda itu kekal dan abadi. Tapi kuda "ide" itu adalah konsep yang dibentuk oleh manusia setelah melihat sejumlah kuda tertentu. Kuda "ide" karenanya tidak mempunyai eksistensinya sendiri. Bagi Aristoteles, kuda "ide" atau "bentuk" tercipta dari ciri-ciri kuda -yang mendefinisikan apa yang kini kita sebut spesies kuda.

Agar lebih jelas: dengan kuda "ide", yang dimaksudkan Aristoteles adalah sesuatu yang dimiliki oleh semua kuda. Dan disini, kiasan tentang cetakan kue jahe tidak cocok, sebab cetakan itu berada terpisah dari kue-kue jahe tertentu. Aristoteles tidak percaya pada adanya cetakan atau bentuk semacam itu yang tersimpan di atas rak mereka sendiri di luar dunia alam. Sebaliknya, bagi Aristoteles, "ide-ide" itu ada dalam benda-benda, sebab mereka merupakan ciri khas benda-benda tersebut.

Maka, Aristoteles tidak setuju dengan Plato bahwa ayam "ide" ada sebelum ayam. Yang oleh Aristoteles dinamakan ayam "ide" itu ada dalam setiap ayam sebagai ciri khas ayam, misalnya ia bertelur. Ayam nyata dan ayam "ide" karenanya tidak dapat dipisahkan sebagaimana tubuh dan jiwa.

Aristoteles berpendapat bahwa seluruh pemikiran dan gagasan kita masuk ke dalam kesadaran kita melalui apa yang pernah kita dengar dan lihat. Namun, kita juga mempunyai kekuatan akal bawaan. Kita tidak mempunyai ide bawaan, seperti yang diyakini Plato, tapi kita mempunyai kemampuan bawaan untuk mengorganisasikan seluruh kesan indrawi ke dalam kategori-kategori dan kelompok-kelompok. Dengan cara inilah konsep seperti "batu", "tanaman", "binatang", dan "manusia" timbul. Dan timbul pula konsep seperti "kuda", "lobster", dan "kenari".

Aristoteles tidak menyangkal bahwa manusia mempunyai akal bawaan. Sebaliknya, justru akal itulah, menurut Aristoteles, yang merupakan ciri khas yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk lainnya. Tapi akal kita sama sekali kosong sampai kita mengalami sesuatu. Jadi, manusia tidak mempunyai "ide-ide" bawaan.

Bentuk Suatu Benda Adalah Ciri Khas nya. Setelah mencapai kesepakatan dengan Teori Plato mengenai ide, Aristoteles memutuskan bahwa realitas terdiri dari berbagai benda terpisah yang menciptakan suatu kesatuan antara bentuk dan substansi. "Substansi" adalah bahan untuk membuat benda, sedangkan "bentuk" adalah ciri khas masing-masing benda.

Mengapa hujan turun? Mungkin kita telah belajar di sekolah bahwa hujan turun karena uap di awan mendingin dan memadat menjadi titik-titik air hujan ke bumi karena adanya daya tarik bumi. Aristoteles pasti akan mengangguk setuju. Tapi dia juga akan menambahkan bahwa sampai di sini kamu baru mengungkapkan tiga sebab. "Sebab material" adalah bahwa uap (awan) ada di sana pada saat yang tepat ketika udara mendingin. "Sebab efisien" adalah bahwa uap mendingin, dan "sebab formal" adalah bahwa "bentuk", atau sifat air, adalah jatuh ke bumi. Tapi jika kamu berhenti di sana, Aristoteles akan menambahkan bahwa hujan turun karena tanaman dan binatang air agar dapat tumbuh dan berkembang. Ini dinamakan nya "sebab terakhir", Aristoteles memberikan pada air hujan itu suatu tugas-kehidupan, atau "tujuan".

Sophie pun memikirkan hal itu sambil mendatangi hewan peliharaan nya satu per satu.

 


Day 6 #22HBB Vol. 2 (27 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 200-259 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sepulang sekolah Sophie mendapat sebuah amplop tebal di sarang persembunyian nya. Ia membuka surat Alberto dan membaca: "Helenisme".

Aristoteles meninggal pada 322 SM, ketika itu Athena telah kehilangan peran dominan nya. Ini karena timbulnya pemberontakan-pemberontakan politik akibat penaklukan Alexander Agung (356 - 323 SM).

Alexander Agung adalah Raja Macedonia. Aristoteles juga berasal dari Macedonia, dan untuk beberapa lama dia bahkan menjadi guru Alexander Muda. Alexander lah yang meraih kemenangan terakhir dan menentukan atas bangsa Persia. Dan lebih-lebih dengan banyak penaklukan nya, dia menyatukan Mesir dan dunia timur hingga India dengan peradaban Yunani.

Ini menandai awal zaman baru dalam sejarah umat manusia. Suatu peradaban muncul dengan kebudayaan Yunani dan bahasa Yunani memainkan peranan utama. Periode ini, yang berlangsung selama kira-kira 300 tahun, dikenal sebagai Helenisme. Istilah Helenisme mengacu pada periode maupun kebudayaan yang didominasi Yunani yang berjaya di tiga kerajaan Yunani, yaitu Macedonia, Syria, dan Mesir. Sekalipun demikian sejak 50 SM, Roma lebih kuat dalam bidang militer dan politik. Adikuasa baru itu lambat laun menaklukan kerajaan-kerajaan Yunani, dan sejak itu kebudayaan Romawi dan bahasa Latin mendominasi mulai dari Spanyol di barat hingga jauh menembus Asia. Inilah awal dari periode Romawi, yang sering kita sebut zaman Yunani Kuno Akhir.

Secara umum Filsafat Helenisme tidak begitu orisinal. Tidak ada Plato baru atau Aristoteles baru yang muncul di panggung. Sebaliknya ketiga filosof besar Athena itu menjadi sumber ilham sejumlah aliran Filsafat diantaranya: Kaum Sinis, Kaum Stoik, Kaum Epicurean, dan Neoplatoisme, yang didalamnya terdapat mistisme.

Pada tanggal 17 Mei saat hari libur nasional Norwegia, Sophie dan Joanna memutuskan untuk berkemah di bukit Belibis. Ini adalah ide Sophie karena ingin kembali datang ke Gubuk Sang Mayor. Mereka pun mendatangi gubuk itu dengan keadaan terkunci. Sophie berupaya untuk mencari kuncinya dan akhirnya mendapatkan nya. Gubuk itu kosong. Joanna mendapatkan setumpuk kartu pos yang ditujukan kepada Hilde. Mereka pun membaca kartu pos-kartu pos itu bersama. Dan Sophie kembali ke tenda dengan membawa cermin yang ia lihat pada saat pertama datang.

Keesokan harinya Sophie kembali mendapat amplop cokelat tebal yang berisi pelajaran bahwa kebudayaan Eropa saat ini berakar pada kebudayaan Indo-Eropa dan kebudayaan Semit yang berasal dari Jazirah Arab yang merupakan asal dari tiga agama Barat, Yahudi, Kristen, dan Islam.

Sophie mendapat pelajaran mengenai Yesus dan Paulus serta agama Kristen yang tersebar ke seluruh Eropa dan seluruh ajaran Helenisme berubah menjadi Kristen dalam waktu tiga ratus tahun.

Ketika agama Kristen masuk ke dunia Yunani-Romawi, kita menyaksikan suatu pertemuan dramatis dari dua kebudayaan. Kita juga melihat salah satu revolusi besar kebudayaan dalam sejarah. Kita akan melangkah keluar dari zaman Yunani Kuno. Hampir seribu tahun telah lewat sejak masa hidup para filosof Yunani awal. Di depan, kita telah menanti Abad Pertengahan Kristen, yang berlangsung selama kira-kira seribu tahun.

Penyair Jerman Goethe pernah berkata bahwa "orang yang tidak dapat belajar dari masa tiga ribu tahun berarti dia tidak memanfaatkan akal nya." Dan Alberto tidak ingin Sophie mengalaminya.

Saturday, March 25, 2023

#22HBB Day 3 and Day 4 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 



Day 3 #22HBB Vol. 2 (24 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 84-127 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sophie mendapatkan sebuah amplop dengan pesan: "Mengapa Lego merupakan mainan paling cerdik di dunia?". Ia memikirkan hal itu, lalu mengambil Lego miliknya.

Keesokan hari nya ia menerima amplop cokelat besar, dan itu berisi pelajaran: "Teori Atom". Ya, Sophie akan berkenalan dengan filosof alam besar yang terakhir, namanya adalah Democritus (kira-kira 460 - 370 SM), dia berasal dari kota kecil Abdera di pantai utara Aegea.

Democritus setuju dengan para pendahulunya bahwa perubahan-perubahan alam tidak mungkin disebabkan oleh kenyataan bahwa segala sesuatu sungguh-sungguh "berubah". Oleh karena itu ia beranggapan bahwa segala sesuatu dibuat dari balok-balok tak terlihat yang sangat kecil, yang masing-masing kekal dan abadi. Democritus menamakan unit-unit terkecil ini atom. Kata a-tom berarti "tidak dapat dipotong". Bagi Democritus adalah sangat penting untuk menekankan bahwa bagian-bagian pokok yang membentuk segala sesuatu tidak mungkin dibagi secara tak terhingga menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Ia percaya bahwa semua atom itu keras dan padat dan mereka tidak mungkin sama karena memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda juga memiliki "kait" dan "mata kait" sehingga dapat disambungkan-sambungkan untuk menyusun apa saja, layaknya Lego. Democritus tidak percaya pada "kekuatan" atau "jiwa", sehingga kita menyebutnya materialis. Teori Atom Democritus menandai berakhirnya Filsafat alam Yunani untuk saat ini.

Sophie merasa bahwa gagasan-gagasan Democritus sangat cerdik. Dia telah menemukan solusi nyata bagi masalah tentang "bahan dasar" dan "perubahan".

Sophie merasa penasaran siapa yang telah mengirimi surat selama ini, sehingga ia menulis surat untuk sang filosof dan mengundangnya untuk minum kopi di rumah. Lalu semalaman ia menunggu di jendela untuk melihat kotak surat agar bisa tahu siapa yang mengirimi nya surat. Lalu ia melihat bayangan seorang pria tua menggunakan topi baret, tapi tak sempat ia kejar.

Keesokan harinya ia mendapatkan surat di sarang persembunyian nya dengan ujung berlubang dan basah. Dan ternyata nama pria itu adalah Alberto Knox, ia meminta Sophie untuk bersabar dan menunggu ia menemui Sophie pada waktu yang tepat. Dan agar aman mulai sekarang yang akan mengirimkan surat adalah Hermes, anjing Labrador yang pintar ke sarang persembunyian Sophie.

Dibalik surat balasan itu terdapat tulisan: "Adakah sesuatu yang disebut kesopanan ilmiah? Orang yang paling bijaksana adalah yang paling mengetahui bahwa dia tidak tahu.. Pengetahuan yang sejati berasal dari dalam. Barang siapa mengetahui yang benar akan bertindak benar."

Lalu Hermes datang membawakan amplop besar dan Sophie membaca: "Filsafat Athena". Kini Sophie akan bertemu dengan tiga filosof klasik besar: Socrates, Plato, dan Aristoteles. Para filosof alam disebut juga pra-Socrates sebab mereka hidup sebelum zaman Socrates.

Socrates (470 - 399 SM) barangkali adalah tokoh paling penuh teka-teki dalam seluruh sejarah Filsafat. Kehidupan Socrates hanya dapat kita ketahui melalui tulisan-tulisan Plato, yaitu muridnya. Karena Plato menyuarakan filsafatnya sendiri maka tidak mudah untuk membedakan antara ajaran-ajaran Socrates dan Filsafat Plato.

Socrates selalu mengajak berdiskusi. Ia beranggapan bahwa tugas nya adalah seperti membantu orang-orang "melahirkan" wawasan yang benar, sebab pemahaman sejati harus timbul dari dalam diri sendiri. Itu tidak dapat ditanamkan oleh orang lain dan hanya pemahaman yang timbul dari dalam itulah yang dapat menuntun kepada wawasan yang benar.

Kemampuan melahirkan adalah suatu ciri alamiah. Dengan cara yang sama, setiap orang dapat menangkap kebenaran-kebenaran filosofis jika mereka mau menggunakan akal sehat mereka sendiri. Menggunakan akal sendiri berarti masuk ke dalam diri sendiri dan memanfaatkan apa yang ada disana. Dengan berlagak bodoh, Socrates memaksa orang-orang yang ditemuinya untuk menggunakan akal sehat mereka. 

Socrates berpendapat bahwa "Orang paling bijaksana adalah yang mengetahui bahwa dia tidak tahu". Seorang filosof mengetahui bahwa dalam kenyataannya hanya sedikit yang diketahuinya.

Seorang filosof Roma, Cicero, mengatakan: Socrates "menurunkan Filsafat dari langit, mengantarkannya ke kota-kota, memperkenalkannya ke rumah-rumah, dan memaksanya untuk menelaah kehidupan, etika, kebaikan, dan kejahatan."

Wawasan yang benar menuntun pada tindakan yang benar. Socrates menyatakan bahwa dia dituntun oleh suara batin Ilahi, dan bahwa "hati nurani" ini mengatakan kepadanya apa yang benar. "Orang yang mengetahui apa yang baik akan berbuat baik", katanya.

Sophie pun pulang ke rumah dari sarang persembunyian nya. Ia berjanji pada Ibunya akan mencuci piring.


@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya

 


Day 4 #22HBB Vol. 2 (25 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 128-160 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Kali ini Sophie mendapatkan sebuah kaset video di sarang persembunyian nya. Ibu nya sedang pergi dan ia pun memutar kaset itu di rumah menggunakan VCR.

Setelah satu dua menit, tampak gambar close-up seorang pria setengah umur, dia agak pendek, dengan janggut hitam yang dicukur rapi, dan mengenakan sebuah baret biru. Dialah Alberto Knox katanya dan mengucapkan selamat datang di Athena kepada Sophie.

Video itu berisi tur di reruntuhan Kota Athena. Alberto Knox mengajak Sophie berkeliling ke berbagai tempat di reruntuhan Athena. Tapi diakhir video ia mengajak Sophie melihat kembali bangunan-bangunan Athena di masa kejayaan nya. Sophie melihat gedung yang megah berlapis emas dan terheran-terheran bisa melihat kembali bangunan itu. Alberto Knox mengatakan bahwa disana ada Socrates dan Plato, dan Plato ingin berbicara kepada Sophie. Dia memberi Sophie empat tugas: Pertama, kamu harus memikirkan bagaimana seorang tukang roti membuat lima puluh buah kue yang persis sama. Selanjutnya kamu dapat menanyakan kepada dirimu sendiri mengapa semua kuda itu sama. Lalu kamu harus memutuskan apakah manusia itu mempunyai jiwa yang kekal. Dan akhirnya kamu harus menjawab apakah pria dan wanita sama-sama bijaksana. Sophie pun berusaha memikirkan hal itu dengan jernih.

Keesokan harinya Sophie datang ke sarang persembunyiannya dan Hermes mendatangi nya dengan sebuah amplop cokelat tebal. Ia pun membukanya dan ia mendapat pelajaran: "Akademi Plato".

Plato (428-347 SM) berusia 29 tahun ketika Socrates minum racun cemara. Bagi Plato kematian Socrates merupakan contoh mencolok dari konflik yang dapat timbul antara masyarakat sebagaimana adanya dan masyarakat sejati atau ideal. Tindakan Plato yang pertama sebagai seorang filosof adalah menerbitkan karya Socrates, Apologi,  suatu penjelasan tentang penjelasannya dihadapan juri. Socrates tidak pernah menuliskan sesuatu, berbeda dengan Plato yang hampir seluruh pemikiran nya dituliskan. Kita bisa mendapatkan karya-karya ini sekarang berkat tindakan Plato yang mendirikan sekolah filsafatnya sendiri disebuah hutan kecil tidak jauh dari Athena, yang dinamai sesuai dengan pahlawan legendaris Yunani, Academus. Karena nya sekolah itu dikenal dengan sebagai Akademi. (Sejak itu, ribuan "Akademi" didirikan diseluruh dunia.)

Kebenaran Abadi, Keindahan Abadi, Kebaikan Abadi. Plato memikirkan hubungan antara yang kekal dan abadi, di satu pihak, dan yang "berubah", di pihak lain. Plato percaya bahwa segala sesuatu yang nyata di alam ini "mengalir". Maka tidak ada "zat" yang tidak hancur. Jelas bahwa segala sesuatu yang termasuk dalam "dunia material" itu terbuat dari materi yang dapat terkikis oleh waktu, namun segala sesuatu dibuat sesuai dengan "cetakan" atau "bentuk" yang tak kenal waktu, yang kekal dan abadi.

Plato heran melihat bagaimana seluruh fenomena alam dapat begitu serupa, dan dia menyimpulkan bahwa itu pasti karena ada sejumlah terbatas bentuk- bentuk "di balik" segala sesuatu yang kita lihat di sekeliling kita. Plato menyebut bentuk-bentuk ini ide. Dibalik setiap kuda, babi, atau manusia, ada "kuda ideal", "babi ideal", dan "manusia ideal". Dengan cara yang sama, toko roti yang kita bicarakan dapat mempunyai kue jahe orang, kue jahe kuda, dan kue jahe babi. Sebab setiap toko roti terkenal mempunyai lebih dari satu cetakan. Tapi satu cetakan  sudah cukup untuk setiap jenis kue jahe.

Plato sampai pada kesimpulan bahwa pasti ada realitas di balik "dunia materi". Dia menyebut realitas ini dunia ide, di situ tersimpan "pola-pola" yang kekal dan abadi dibalik berbagai fenomena yang kita temui di alam. Pandangan yang luar biasa ini dikenal sebagai Teori Ide Plato.

Plato percaya bahwa realitas itu terbagi menjadi dua wilayah:

Satu wilayah adalah dunia indra, yang mengenai nya kita hanya dapat mempunyai pengetahuan yang tidak tepat atau tidak sempurna dengan menggunakan lima indra kita. Di dunia indra ini, "segala sesuatu berubah" dan tidak ada yang permanen. Dalam dunia indra ini tidak ada sesuatu yang selalu ada, yang ada hanyalah segala sesuatu yang datang dan pergi.

Wilayah yang lain adalah dunia ide, yang mengenainya kita dapat memiliki pengetahuan sejati dengan menggunakan akal kita. Dunia ide ini tidak dapat ditangkap dengan indra, tetapi ide (atau bentuk-bentuk) itu kekal dan abadi.

Plato juga percaya bahwa semua fenomena alam itu hanyalah bayang-bayang dari bentuk atau ide yang kekal. Tapi kebanyakan orang sudah puas dengan kehidupan di tengah bayang-bayang. Mereka tidak memikirkan apa yang membentuk bayang-bayang itu. Dengan begitu mereka tidak mengindahkan  keabadian jiwa mereka sendiri.

Dan Plato percaya bahwa pria dan wanita sama-sama memiliki akal sehat sehingga mereka akan memiliki kebijaksanaan yang sama.

Jadi itulah Plato. Teori-teorinya yang menakjubkan telah dibahas dan dikecam selama lebih dari dua ribu tahun. Orang pertama yang melakukan itu adalah salah satu murid akademinya sendiri. Namanya Aristoteles, dan dialah filosof besar ketiga dari Athena.

Sophie pun memikirkan pelajaran nya hari ini sambil memperhatikan sekeliling nya.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya

Wednesday, March 22, 2023

#22HBB Day 1 and Day 2 Buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder

 

Saya sedang mengikuti Challenge 22 Hari Baca Buku #22HBB Vol. 2 yang diselenggarakan oleh Salman Reading Corner, FIM Bandung, dan FIM Tangerang Raya. Dan saya memutuskan untuk membaca lagi buku "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder yang terakhir saya baca di tahun 2013, kurang lebih 10 tahun lalu. Di setiap harinya, saya harus menyetorkan rangkuman/insight/catatan dari halaman buku yang saya baca. Dan saya akan men-share setiap dua hari di blog ini mengenai rangkuman/insight/catatan yang saya setorkan di grup komunitas ini. Selamat menyimak!

 

Day 1 #22HBB Vol. 2 (22 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 01- 53 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sophie Amundsend, gadis 14 tahun yang serba ingin tahu, baru saja pulang dari sekolah dan mendapatkan sebuah surat di kotak surat atas nama dirinya tanpa nama pengirim. Surat itu berisi secarik kertas bertuliskan "Siapakah kamu?" Tak lama kemudian, ia mendapatkan sebuah surat baru yang bertuliskan "Dari mana datangnya dunia?" Dua hal itu membuatnya berpikir tentang eksistensi dunia dan dirinya sendiri. Orang itu menyentakkan Sophie keluar dari keberadaannya sehari-hari dan tiba-tiba membawa nya berhadapan dengan teka-teki besar tentang alam raya. Lalu ia mendapati surat ketiga bercap pos batalion PBB atas nama Hilde Moller Knag, dan ia terheran kenapa ada surat itu datang kepadanya. Keesokan harinya ia mendapat amplop besar dengan tulisan dibagian belakang: "Pelajaran Filsafat. Hati-hati." Lalu ia membaca isi amplop yang berisi:

'Apakah Filsafat itu?'

Cara terbaik untuk mendekati Filsafat adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan filosofis: Bagaimana dunia diciptakan? Adakah kehendak atau makna dibalik yang terjadi? Adakah kehidupan setelah kematian? Bagaimana kita dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini? Dan yang terpenting, bagaimana seharusnya kita hidup? Orang-orang telah mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini selama berdabad-abad. Kita tidak mengenal kebudayaan yang tidak mengaitkan diri dengan pertanyaan apakah manusia itu dan dari mana datangnya dunia.

Satu-satu nya cara yang kita butuhkan untuk menjadi filosof yang baik adalah rasa ingin tahu. Dan orang dewasa di saat ini, tidak seperti anak-anak, sudah kehilangan rasa ingin tahu dan keheranannya terhadap dunia. Mereka terlalu nyaman dengan rutinitas dan permasalahan sehari-hari, lalu apatis dan acuh tak acuh dengan pertanyaan mendasar mengenai kehidupan.

Dan Sophie membuktikan nya dengan bertanya mengenai pertanyaan esensial kepada Ibunya, yang menganggap nya aneh dan meracau.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya

 

Day 2 #22HBB Vol. 2 (23 Maret 2023)

5 - 64 – Dzikra Yuhasyra ⚽

📚 Dunia Sophie - Jostein Gaarder – hlm. 54-83 / 798

Insight/rangkuman/catatan:

Sophie mendapatkan lagi amplop cokelat dengan namanya tertera disana, dan amplop itu berisi pelajaran tentang: "Gambaran Mitologis Dunia".

Pelajaran itu menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Filsafat adalah cara pikir yang sama sekali baru yang berkembang di Yunani sekitar enam ratus tahun sebelum kelahiran Kristus. Hingga masa itu, semua pertanyaan yang diajukan oleh manusia dijawab oleh berbagai agama. Penjelasan-penjelasan agama ini disampaikan dari generasi ke generasi dalam bentuk mitos. Mitos adalah sebuah cerita mengenai dewa-dewa untuk menjelaskan mengapa kehidupan berjalan seperti adanya. Selama ribuan tahun, banyak sekali penjelasan mitologis bagi pertanyaan-pertanyaan Filsafat yang tersebar ke seluruh dunia. Para filosof Yunani berusaha untuk membuktikan bahwa penjelasan-penjelasan ini tidak boleh di percaya. Seperti di Skandinavia yang mempercayai Thor dan Odin, Freyr dan Freyja, Hoder dan Balder serta banyak Dewa lainnya. Pada masa itu mereka percaya bahwa guntur dan halilintar adalah akibat palu Thor, sehingga menyebabkan hujan. Juga di Yunani, para Dewa dinamakan Zeus dan Apollo, Hera dan Athena, Dionysos dan Asklepios, Herakles dan Hephaestos, dan yang lainnya. Para filosof Yunani paling awal mengecam mitologi itu sebab para dewa terlalu menyerupai manusia dan sama egois dan sama curangnya. Untuk pertama kalinya dikatakan bahwa mitos-mitos itu tidak lain dari hasil pemikiran manusia. Seiring berkembang nya kota-kota di Yunani, setiap individu atau warga negara mengajukan pertanyaan-pertanyaan filosofis tanpa berpaling pada mitos-mitos kuno. Kita menyebut ini perkembangan dari cara pikir mitologis menuju cara pikir yang didasarkan pengalaman dan akal. Tujuan para filosof Yunani awal adalah menemukan penjelasan-penjelasan alamiah, dan bukannya supranatural, untuk berbagai proses alam.

Pada suatu sore Sophie mendapatkan lagi surat yang berisikan secarik kertas dengan tulisan: "Adakah zat dasar yang menjadi bahan untuk membuat segala sesuatu? Dapatkah air berubah menjadi anggur? Bagaimana tanah dan air dapat menghasilkan seekor katak hidup?"

Ketika pulang sekolah hari itu ia mendapatkan amplop tebal di kotak surat yang berisi "Proyek Para Filosof" yang diawali oleh "Para Filosof Alam".

Para filosof Yunani paling awal kadang-kadang disebut filosof alam sebab mereka hanya menaruh perhatian pada alam dan proses-prosesnya. Mereka ingin memahami proses yang sesungguhnya dengan menelaah alam itu sendiri. Ini sangat berbeda dengan menjelaskan guntur dan halilintar atau musim semi dan musim salju dengan menciptakan dongeng mengenai dewa-dewa.

Filosof yang pertama kita kenal adalah Thales dari Miletus, sebuah koloni Yunani di Asia Kecil. Thales beranggapan bahwa sumber dari segala sesuatu adalah air.

Filosof berikutnya adalah Anaximander. Dia beranggapan bahwa dunia kita hanyalah salah satu dari banyak dunia yang muncul dan sirna di dalam sesuatu yang disebutnya tak terbatas, tapi tampaknya jelas bahwa dia tidak sedang memikirkan suatu zat yang dikenal dengan cara yang dibayangkan Thales. Jelas bahwa zat dasar itu tidak mungkin sesuatu yang sangat biasa seperti air.

Selanjutnya Anaximenes (kira-kira 570-526 SM) yang beranggapan bahwa segala sesuatu pastilah berasal dari udara atau uap.

Ketiga filosof ini semuanya percaya pada keberadaan satu zat dasar sebagai sumber dari segala hal. Namun bagaimana mungkin satu zat dapat dengan tiba-tiba berubah menjadi sesuatu yang lain? Kita dapat menyebut ini masalah perubahan. Sejak sekitar 500 SM, ada sekelompok filosof di koloni Yunani Elea di Italia Selatan. "Orang-Orang Elea" ini tertarik pada masalah ini.

Yang paling penting diantara para filosof ini adalah Parmenides (kira-kira 540 - 480 SM). Parmenides beranggapan bahwa segala sesuatu yang ada pasti telah selalu ada dan tidak ada yang disebut perubahan aktual. Tidak ada yang dapat menjadi sesuatu berbeda dari yang sebelumnya.

Rekan sezaman nya Heraclitus beranggapan bahwa perubahan terus menerus atau aliran sesungguhnya merupakan ciri alam yang paling mendasar. "Segala sesuatu mengalir".

Dua filosof tadi saling bertentangan, tapi siapa yang benar? Adalah Empedocles (kira-kira 490 - 430 SM) dari Sicilia yang menuntun mereka keluar dari kekacauan yang telah mereka masuki itu. Empedocles menyimpulkan bahwa gagasan mengenai satu zat dasar itulah yang harus ditolak. Sumber alam tidak mungkin satu unsur saja. Ia yakin bahwa alam itu terdiri dari empat unsur, atau "akar" sebagaimana ia mengistilahkan. Keempat akar ini adalah tanah, udara, api, dan air. Semua proses alam disebabkan oleh menyatu atau berpisahnya keempat unsur ini.

Anaxagoras (500 - 428 SM) adalah filosof lain yang tidak setuju bahwa satu bahan dasar tertentu -air, misalnya- dapat diubah menjadi segala sesuatu yang kita lihat di alam ini. Dia juga tidak dapat menerima bahwa tanah, udara, api, dan air dapat diubah menjadi darah dan tulang. Anaxagoras berpendapat bahwa alam diciptakan dari partikel-partikel sangat kecil yang tidak dapat dilihat mata dan jumlahnya tak terhingga. Lebih jauh, segala sesuatu dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang jauh lebih kecil lagi, bahkan dalam bagian yang paling kecil masih ada pecahan-pecahan dari semua yang lain.

Dan nanti Sophie akan bertemu Democritus ujar sang penulis surat.

Akhirnya Sophie memutuskan bahwa Filsafat bukanlah sesuatu yang dapat kita pelajari, namun barangkali kita dapat belajar untuk berpikir secara filosofis.

@salmanreadingcorner @fimbandung @fimtangerangraya

Monday, March 6, 2023

MySkill E-Learning: Facebook Ads/Meta Ads

Baru saja menyelesaikan topik Facebook Ads/Meta Ads di path learning Digital Marketing di e-learning MySkill. Topik Facebook Ads ini terdiri dari course:

1. Facebook Ads Intro
2. Targeting Facebook Ads
3. Facebook Ads Optimization #1
4. Facebook Ads Optimization #2
5. App Install Ads on Facebook
6. Facebook Ads Manager
7. Facebook Ads Dashboard
8. Facebook Ads Reporting

 

 

 

Pada pekerjaan saya sebelumnya saya tidak secara langsung menghandle Meta Ads ini dan belajar lebih banyak dari beberapa course belakangan yang saya ikuti, meskipun memang sudah memiliki gambaran secara garis besar.

Semoga bisa belajar lebih banyak dan menerapkan best practice dari penggunaan Meta Ads ini :)

#digitalmarketing #facebookads #metaads #learning #facebook

Saturday, March 4, 2023

Pelatihan Online Reuters: Pengantar Jurnalisme Digital

 


Sangat senang bisa menyelesaikan Pelatihan Online dari Reuters: Pengantar Jurnalisme Digital. Pelatihan ini menjadi panduan dan menambah pengetahuan bagi saya untuk menjadi seorang jurnalis digital yang bertanggung jawab, profesional, dan memberitahukan informasi yang sesuai dan objektif dengan kaidah jurnalistik. 

Terima kasih Reuters :) 

Friday, March 3, 2023

Pre-Course Fundamental of Digital Marketing Course-Net


Baru saja menyelesaikan Pre-Course Fundamental of Digital Marketing di Course-Net. Berikut ini adalah materi di hari pertama "Introduction to Digital Marketing" :

  

Dan berikut ini adalah materi di hari kedua "Introduction to Organic dan Paid Ads" :

  

Semoga bermanfaat :)

Thursday, March 2, 2023

PEMBANGUNAN DAN POLITIK PERTANIAN DI INDONESIA

PEMBANGUNAN DAN POLITIK PERTANIAN DI INDONESIA

oleh Prof. Sri Widodo (Guru Besar Fakultas Pertanian UGM)


 

Halo kawan-kawan, saya mau share publikasi dari Prof. Sri Widodo yang saya kira masih relevan untuk dibaca sampai sekarang tentang pembangunan dan politik pertanian. Selama dua tahun ini saya berkecimpung di tataran ekonomi mikro yang berkaitan dengan manajemen perusahaan yang menghasilkan produk F&B untuk menambah nilai (added value) produk pertanian melalui proses pasca panen dan pengolahan. Dan belum masuk ke tataran ekonomi makro pertanian yang berkaitan dengan kebijakan dan pemikiran-pemikiran pertanian jangka panjang. Apabila ada kesempatan untuk S2 (semoga diluluskan di SMUP ke S2 Ilmu Ekonomi Pertanian Faperta UNPAD dan dapat beasiswa. Aamiin..) saya sangat ingin mendalami topik yang dibahas di publikasi ini, dan bisa berkontribusi sebagai "pemikir ekonomi pertanian" terkemuka di Indonesia dan tataran global seperti yang dilakukan oleh Prof. Sri Widodo.

Izin tag Dosen Ekonomi Pertanian sekaligus pembimbing saya di Program Studi Rekayasa Pertanian SITH ITB  @rekayasapertanianitb @sithitb Ibu Mia Rosmiati @miarosmiati185 juga sarjana dan calon sarjana pertanian yang saya kenal, Kak Nanda @widnst , Kiki @mrizky_3 , Asya @auliaahasna , Esa @esrzqsryprtma , Ii @yesi.m.indira juga Ferrell @fr2l 

Mari berkontribusi untuk pertanian Indonesia :)

"Mestinya Perencanaan Perdesaan dan Pertanian Didukung Aspek Hukum" - Hastu Prabatmodjo (Dosen Planologi ITB)

 

Ingin membagikan salah satu tulisan dari Buku "Alumni Berbagi Membuka Cakrawala Takdir: Curah Pikiran dan Asa Para Alumni Planologi ITB tentang Kuliah dan Masa Depan Planner" yang diterbitkan oleh Alumni Planologi ITB (API) pada tahun 2010 yang saya beli setelah mengikuti salah satu acara HMP Pangripta Loka dengan tajuk dan judul tulisan "Mestinya Perencanaan Perdesaan dan Pertanian Didukung Aspek Hukum" dari narasumber Hastu Prabatmodjo (Dosen Planologi ITB) yang saya kira masih relevan sampai saat ini. Topik ini sengaja saya tulis karena berkaitan dengan bidang pertanian yang menjadi interest dan bidang keahlian yang ingin saya tekuni kedepannya. Selamat menyimak!

Mulai tahun 1985 saya bergabung di Planologi dibimbing Pak Bambang Bintoro, Ibu Zohara dan Pak Uton. Dari ketiga orang itulah saya belajar. Sejak awal saya diplot di bidang pengembangan pertanian, perdesaan, dan kadang-kadang menyerempet pengembangan wilayah. Bagaimanapun pengembangan wilayah merupakan bingkai dari keduanya. Pertanian adalah subset sektoral, dan perdesaan adalah subset spasial dari wilayah.

Dari studio-studio wilayah, saya juga membimbing Kuliah Kerja Nyata. Sekarang tidak ada lagi. KKN adalah kesempatan mengenal secara dekat tentang perdesaan. Di sana, realita perdesaan tampak nyata bukan saja teori. Jadi, ada lubang pengetahuan dan pengalaman yang hilang pada mahasiswa sekarang. Tapi itu adalah tuntutan perkembangan zaman.

Perencanaan perdesaan dan pertanian masih merupakan kebutuhan di Indonesia. Faktanya bahwa penduduk Indonesia masih banyak di perdesaan. Tugas planologi, mengantarkan agar bagian wilayah bernama perdesaan bisa menjalani transformasi dengan harmonis. Transformasi perdesaan merupakan sesuatu yang tak terhindarkan. Itu bagian dari perubahan besar sistem spasial kita. Perencanaan perdesaan perlu menghindari pendekatan konservatif. Kita tidak melakukan sesuatu yang mengembalikan desa kembali seperti zaman nenek moyang. Tetapi bagaimana caranya agar desa bisa menjalani perubahannya dengan manfaat yang maksimal dan efek negatif yang minimal. Paradigma itu penting sekali sehingga kita tidak terjebak dalam romantisme suasana perdesaan yang aman dan damai.

Kedepan, wilayah perdesaan akan berkurang. Ciri-ciri perdesaan lama-lama akan hilang berubah menjadi lebih well-organized. Urbanisasi merupakan mekanisme permukaan yang menandai transformasi perdesaan. Tapi bukan berarti desa akan hilang. Fungsi perdesaan sebagai tempat produksi pangan, keseimbangan ekologi, rekreasi, dan cadangan air harus tetap dipertahankan. Kalau fungsi tersebut hilang justru berbahaya. Yang berkurang adalah ciri komunitas perdesaan saja. Perencanaan perdesaan dikatakan sukses jika berhasil mengurangi ciri-ciri fisik perdesaan tanpa mengubah fungsinya.

Komunitas perdesaan saat ini sudah berubah. Perangkat modernisasi seperti televisi, teknologi komunikasi, dan internet nyata-nyata sangat mempengaruhi masyarakat desa. Dan faktanya perubahan  yang terjadi di perdesaan di Indonesia menuju arah yang kurang baik. Karakteristik perubahan yang terjadi lebih spontan, unplanned, mengikuti tren pasar. Intinya tidak mengikuti pedoman tertentu. Perencanaan bagian dari panduan itu dan tidak dihiraukan. Kalau tidak mengikuti perencanaan, akhirnya yang berlaku adalah hukum efisiensi, produktivitas. Ada hukum perdesaan yang tak bisa diserahkan pada pasar. Jangan sampai terjadi perubahan fungsi perdesaan yang ekstrem dan degradasi lingkungan yang mengancam ekologi.

Mestinya perencanaan pertanian didukung oleh aspek hukum, jadi perlu ada asas pemaksaan untuk menjaga keseimbangan. Namun faktanya masyarakat kita belum mengerti tentang hukum. Masyarakat kita masih mabuk demokrasi dan kebebasan. Literatur tentang perencanaan untuk masyarakat demokrasi sudah banyak. Tapi, persoalannya yang berdemokrasi di Indonesia adalah masyarakat yang belum berpengetahuan. Pelaksanaannya masih transaksional. Akhirnya keputusan yang terjadi bukan yang terbaik. Tapi, memang demokrasi tidak menghasilkan wisdom. Demokrasi merupakan suara terbanyak. Kalau banyak yang setuju, jadi keputusan meskipun bukan yang terbaik.

Wujud perencanaan perdesaan di Indonesia berupa program ad hoc yang merespon kebutuhan tertentu. Sekarang ada, ganti presiden bisa hilang. Selain itu juga aktivitas pengembangan sektoral: pertanian, pekerjaan umum dan lain-lainnya. Selain itu juga pengembangan kawasan seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Ekonomi Terpadu (KAPET), yang sebagian berbasis pengembangan perdesaan. Namun demikian, program-program tersebut tidak mengikuti perencanaan tertentu yang terpadu. Konsep yang dijalankan adalah bagaimana memperbaiki keterkaitan antara desa dan kota yang termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).

Bagaimana mengubah desa agar lebih maju, tidak ketinggalan dari kota? Kuncinya adalah agrobisnis. Bagaimana membangun pertanian yang sensitif dengan kebutuhan pasar. Produk pertanian harus memperhatikan kebutuhan pasar dan dikelola dengan manajemen bisnis modern. Namun demikian untuk bergerak ke arah sana perlu banyak usaha. Banyak petani yang belum mampu. Meskipun sekarang petani dipaksa untuk bertarung sendiri menghadapi pasar. Belum lagi tantangan perubahan iklim. Pertanian perlu mengikuti permintaan pasar yang lebih modern dan dinamis. Kalau pertanian kita tak bisa menjawab kebutuhan pasar, maka sudah pasti akan diisi oleh perusahaan asing. Misalkan, orang saat ini ingin makan kentang goreng rasa pizza. Padahal bahan dasarnya singkong, melimpah di Indonesia. Kalau pertanian kita tak bisa mengolah lebih modern sudah pasti akan diambil oleh perusahaan asing.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah, jangan sampai pemilik agrobisnis adalah pemilik modal besar, apalagi dari luar. Percuma saja, jika yang beragrobisnis adalah pemodal luar, keuntungannya sebagian besar lari ke mereka. Kalau bisa berasal dari petani itu sendiri melalui koperasi-koperasi dan kelompok tani. Sehingga petani sendiri yang akan menikmati hasilnya.

Kebijakan pemerintah saat ini masih menganut rezim neolib. Pertanian kita dibiarkan lepas berhadapan langsung dengan pasar. Sementara kondisi pertanian di Indonesia sangat beragam. Ada pertanian yang modern dan lebih banyak yang masih tradisional. Karena itu perlu ada diferensiasi kebijakan, tidak disamaratakan. Kalau semua berbasis pasar, maka petani tradisional akan tergilas. Karena pasar itu kejam, yang efisien yang menang dan yang tidak efisien akan kalah.

Kunci lain untuk menyelamatkan petani adalah organisasi petani. Kalau petani sendiri-sendiri akan menjadi makanan empuk bagi para pemilik modal. Jika berkelompok mereka akan lebih kuat bersama-sama menghadapi pihak luar. Petani biasanya terjebak pada kebutuhan mendesak dan pemilik modal punya uang banyak. Di situlah jeratan tengkulak mengancam. Namund demikian, mengorganisasikan petani adalah pekerjaan melawan arus modernisasi. Tren masyarakat modern justru individual. Karena itu, diperlukan pioneer yang bisa kuat menghadapi itu.

Potret lainnya adalah perbedaan karakter antara Jawa dan luar Jawa. Pertanian di Jawa pada umumnya sawah, sedangkan di luar Jawa banyak ladang dan perkebunan. Namun demikian, ada juga pertanian sawah di luar Jawa. Kalau perkebunan, tantangan yang dihadapi adalah kapitalis. Sejak dulu perkebunan dikuasai oleh pemilik modal bukan oleh masyarakat pertanian. Di sana yang ada bukan petani tapi buruh perkebunan.

Terkait dengan persoalan petani dan buruh perkebunan, penguasaan lahan yang jadi pangkal persoalan. Makanya ada gagasan Reforma Agraria (Land Reform) yaitu perubahan kepemilikan lahan. Supaya tidak ada seseorang atau korporasi yang menguasai lahan terlalu dominan. Tetapi ini sangat sulit dilakukan.

Investasi untuk Desa

Apa yang harus diinvestasikan pemerintah untuk mengkondisikan desa bisa menjalani transformasi dengan harmonis dan menjawab tantangan modernisasi yang arusnya kuat menghanyutkan? Investasi jangka panjang yang diperlukan adalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Pendidikan merupakan kunci utama. Masyarakat desa harus lebih berpendidikan. Jangan lagi ada kisah keluarga petani mengadu nasib ke luar negeri dan pulang dengan tubuh penuh siksaan. Masyarakat desa harus lebih terampil mendayagunakan potensi lokal agar mampu memanfaatkan arus modernisasi untuk kemajuan. Selama ini pendidikan Indonesia masih generik dan baru mengantarkan pada modernisasi. Kedepan, perlu ada perkawinan antara pendidikan yang berorientasi pada modernitas dan pendidikan untuk mendayagunakan potensi desa.

Perangkat modernisasi harus juga memberi keuntungan pada desa. Teknologi komunikasi dan internet merupakan salah satu modal yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas pasar bagi produk desa. Justru, orang tidak perlu datang ke kota untuk mendapatkan berbagai akses informasi dan berhubungan dengan dunia luar. Keduanya bisa membuka pintu dunia yang selama ini menciptakan kesenjangan. Karena itu, kesempatan mendapatkan pendidikan di desa harus sama dengan masyarakat kota.

Investasi kedua adalah kesehatan. Pelayanan kesehatan harus sampai pada tingkat keluarga. Adanya Posyandu dan PKK merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat desa. Jangan sampai kesehatan menjadi penyebab kemiskinan petani. Infrastruktur perdesaan juga penting untuk menjamin kebutuhan dasar; air, energi, jalan, dan sanitasi. Kebutuhan infrastruktur dasar di kota sama dengan desa.