Wednesday, June 22, 2022

Learning a Language? Speak It Like You’re Playing a Video Game

 

Learning a language? Speak it like you’re playing a video game | Marianna Pascal | TEDxPenangRoad 

A new perspective on how we should learn a language. It is very useful information for an intermediate English level like me. :)

Tuesday, June 21, 2022

Pentingnya Penilaian dan Evaluasi Keberhasilan Korporasi Petani











Seperti yang saya share dipost sebelumnya mengenai buku terbaru Prof Bustanul Arifin saya mengheadline mengenai "Korporatisasi Petani dalam Sistem Agribisnis" sebagai salah satu jalan keluar agar petani dan pertanian Indonesia dapat lebih maju dan mensejahterakan seluruh komponen bangsa. Dan di post ini saya ingin menyampaikan contoh dari penilaian yang simpel dan mudah dipahami mengenai parameter kesuksesan salah satu Program Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU) Jagung di Lampung Selatan.

Metode analisis untuk melihat keberhasilan sistem agribisnis pada penelitian ini menggunakan indeks sistem agribisnis melalui kelima subsistem agribisnis, yaitu subsistem sarana produksi, usahatani, pengolahan, pemasaran, dan jasa layanan penunjang.

Indeks agribisnis subsistem penyediaan sarana produksi menggunakan 15 indikator. Indeks sistem agribisnis subsistem usahatani menggunakan 20 indikator. Indeks sistem agribisnis subsistem pengolahan menggunakan 6 indikator. Indeks sistem agribisnis subsistem pemasaran menggunakan 16 indikator. Indeks sistem agribisnis subsistem peranan jasa layanan penunjang menggunakan 11 indikator, yaitu lembaga keuangan (bank), lembaga penyuluhan, kebijakan pemerintah, kelompok tani, jalan, pasar, toko sarana produksi, gapoktan, koperasi, lembaga penelitian, dan transportasi.

Indikator-indikator tersebut secara detail dapat dilihat digambar.

Indeks sistem agribisnis jagung pada korporasi petani belum baik dengan total nilai sebesar 10,82 dari nilai maksimal yaitu 19,07 atau sebesar 56,73%. Indeks sistem agribisnis subsistem sarana produksi, subsistem usahatani, dan subsistem pengolahan sudah dalam kategori baik. Namun, indeks sistem agribisnis subsistem pemasaran dan subsistem jasa layanan penunjang belum baik.

Penilaian sistem agribisnis seperti ini sangat penting untuk dilakukan untuk mengetahui evaluasi, progres, dan solusi untuk berbagai masalah korporasi usahatani kedepan. Dan hasil dari evaluasi tersebut menjadi masukan dan pertimbangan bagi semua stakeholder untuk memajukan usaha pertanian, pembangunan pertanian, dan tentu perekonomian lokal, regional, dan nasional.


Semoga bermanfaat :)

#pertanian #korporasipetani #korporasi #usahatani   

Friday, June 17, 2022

Pertanian Bantalan Resesi: Resiliensi Sektor selama Pandemi Covid-19

 


Untuk mengupgrade dan menambah pengetahuan mengenai Ekonomi Pertanian, sesuai dengan saran Prof Bustanul Arifin  di Twitter, saya membeli ebook buku terbaru Prof. Bustanul Arifin dari Google Play Book yang berjudul "Pertanian Bantalan Resesi : Resiliensi Sektor selama Pandemi Covid-19" yang diterbitkan oleh INDEF dan PERHEPI

Yang paling menarik perhatian dan yang paling saya cermati dari buku ini adalah mengenai "Korporatisasi Petani dalam Sistem Agribisnis" dan Bisnis Hortikulura Berbasis Kemitraan dengan menggunakan "Inclusive Closed Loop System". Dua hal ini dapat mendorong pertanian Indonesia menjadi lebih maju dan terus berkontribusi, baik selama resesi ataupun tidak. Buku ini pun menyajikan data makro pertanian dengan data yang valid dan terbaru yang bisa dijadikan rujukan untuk kepentingan akademik, perumusan kebijakan, maupun bisnis.

Untuk lebih mempertajam pengetahuan saya mengenai buku ini, saya juga menyimak cuplikan webinar bedah buku ini yang diselenggarakan oleh Majalah Agrina tahun lalu. Yang paling saya soroti adalah sambutan dari Prof. Bungaran Saragih yang menyampaikan bahwa pertanian kedepannya seharusnya tidak hanya menjadi "bantalan" resesi, tapi menjadi "andalan" di setiap waktu baik saat resesi ataupun tidak. Beliau pun memberi saran bahwa dalam transformasi struktural perekonomian yang dibahas di buku ini, tidak hanya dibahas berdasarkan sektoral saja, yaitu pertanian, industri, dan jasa, karena menurut beliau itu konsep dari tahun 50-an yang harus sudah diganti dengan konsep baru yaitu statistik klaster sistem agribisnis yang mencakup keseluruhan supply chain pertanian, sehingga tidak hanya di on-farm (hulu) nya saja, tapi juga meliputi agroindustri dan industri jasa pertanian. Karena menurut beliau sebagian besar industri di Indonesia merupakan agroindustri dan pengolahannya yang tidak terpisahkan dari pertanian. Bahkan beliau menyarankan PERHEPI yang merupakan kepanjangan dari Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia diganti menjadi Perhimpunan Sistem Agribisnis Indonesia agar lebih banyak profesi yang menyumbangkan pemikirannya untuk pertanian.

Semoga bisa belajar lebih banyak dari para Ekonom Pertanian Senior :)